Perawatan pada HIV/AIDS
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan karena
infeksi dengan virus yang disebut HIV. Virus ini menyerang dan menghancurkan
kelompok sel-sel darah putih tertentu yaitu sel T-Helper, sel yang membuat zat anti
dalam tubuh. HIV memperbanyak diri dalam sel limfosit yang diinfeksikannya dan
merusak sel-sel tersebut,sehingga mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan dan
daya tahan tubuh. Virus ini terdapat dalam darah dan air mani. Daya tahan tubuh
yang melemah mengakibatkan timbulnya penyakit oleh karena infeksi ataupun
penyakit lain akan meningkat. (Nursalam, 2007)
Data
Kementrian Kesehatan Indonesia yang dilaporkan sampai dengan 2016, jumlah kasus
HIV sebanyal 232.323 orang dan jumlah kasus AIDS 86.780 orang sementara ODHA
yang telah mengakses layanan ARV sejumlah 73.073 orang. Untuk mempertahankan
kualitas hidup, ODHA juga harus mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat.
Dalam mendukung pearawatan ODHA, peran keluarga dan masyarakat sekitarnya
sangatlah diperlukan untuk keberhasilan pengobatannya. (Kemenkes RI, 2017)
Di Indonesia perkembangan kasus HIV/AIDS sangat pesat dan
sudah menyebar ke berbagai wilayah, dari kota sampai ke desa. Virus HIV bukan
hanya menyerang kaum homoseksual, pekerja seks, pengguna narkoba, tapi juga
ibu-ibu rumah tangga maupun anak-anak. Temuan penting dalam dunia kedokteran
untuk menekan pengembangbiakan virus HIV adalah obat Antiretroviral (ARV) yang
harus dikonsumsi secara teratur. Perilakukepatuhan dalam berobat merupakan
salah satu cara untuk mempertahankan agar ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)dapat
hidup lebih lama.Kedisiplinan dalam mengkonsumsikan obat ini dapat membantu
mempertahankan konsistensi efektifitas ARV dalam tubuh penderita sehingga
resistensi tidak terjadi dan memperlambat berkembangnya virus dalam tubuh. ARV
memang tidak bisa mematikan virus HIV di dalam tubuh, tetapi dapat menekan pengembangbiakan
virus tersebut. (Nursalam, 2007)
Perawatan ODHA pada dasarnya adalah perawatan berkesinambungan yang
menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai suatu bentuk dari perawatan,
dukungan dan pengobatan yang dibutuhkan karena ODHA harus tetap dalam
pengobatan sama seperti perawatan penyakit kronis lainnya misalnya diabetes,
stroke dsb. Selain ke Fasilitas Kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas,
dukungan keluarga dan masyarakat dalam perawatan ODHA di rumah sangat penting
untuk keberhasilan pengobatannya. (Kemenkes RI, 2017)
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana konsep tentang HIV/AIDS
?
2.
Bagaimana perawatan ODHA di rumah
?
1.3 Tujuan
1. Tujuan
Umum
a. Menggambarkan
pemahaman tentang konsep HIV/AIDS
b. Menggambarkan kemampuan dalam memberikan perawatan ODHA di rumah
2. Tujuan
Khusus
a. Menggambarkan
konsep HIV/AIDS
b. Menggambarkan perawatan ODHA
di rumah
1.4 Manfaat
Agar para pembaca mendapat
pengetahuan tentang HIV/AIDS dan perawatan ODHA
di rumah
BAB
2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Konsep HIV/AIDS
2.1.1 Definisi HIV/AIDS
Human Immuno-deficiency
Virus (HIV), merupakan suatu virus yang
menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh untuk
melawan penyakit yang datang. (Murtiastutik, 2008)
AIDS (Acquired
Immuno Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan
gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat
infeksi oleh virus HIV (Human Immuno-deficiency
Virus) yang termasuk famili
retrovidae. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. (Sudoyo Aru dkk, 2009)
2.1.2
Penularan HIV
Menurut Widoyono (2005) :
A. Transmisi Seksual
Melakukan hubungan seksual dengan banyak atau
berganti-ganti pasangan seks tanpa menggunakan kondom baik itu pasangan
homoseksual atau heteroseksual.
B. Transmisi Non Seksual
1)
Transmisi
Parenteral
a.
Menggunakan jarum
bersama yang terkontaminasi HIV seperti alat suntik, alat tindik dan alat tato.
b.
Melalui tranfusi
darah dan produk darah lainnya (yang terkontaminasi HIV).
2)
Transmisi
Transplasental
Dari
ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dikandungnya. Penularan dapat terjadi
selama kehamilan, saat melahirkan dan saat menyusui.
2.1.3
Yang Tidak Bisa Menularkan HIV
HIV tidak menular melalui : (Kemenkes RI, 2017)
a. Menggunakan pakaian, toilet dan alat makan dan minum
bersama ODHA
b. Bersentuhan, berpelukan/berciuman (selama tidak
luka/sariawan dalam mulut/gigi berlubang)
c. Gigitan nyamuk/serangga
d. Tinggal serumah dengan ODHA
e. Berenang bersama dengan ODHA

2.1.4
Pencegahan Penularan HIV
Pencegahan penularan HIV dengan cara : (Kemenkes RI, 2017)
A : Abstinence -
Tidak melakukan hubungan seks berisiko
B : Be Faithfull - Bersikap saling setia pada pasangan
C : Use Condom - Melakukan hubungan seks selalu
pakai kondom secara benar dan konsisten
D : No Drug -
Menghindari penggunaan jarum suntik tidak steril secara bergantian
E : Education –
Mencari informasi HIV AIDS yang tepat dan benar, informasi dapat di peroleh di
layanan kesehatan terdekat

2.2
Perawatan ODHA Di Rumah
2.2.1
Kondisi ODHA
Yang Tidak Bisa Dirawat Di Rumah
Kondisi ODHA yang tidak bisa
dirawat di rumah, antara lain : (Kemenkes RI, 2017)
a.
Penurunan
kesadaran
b.
Membutuhkan
perawatan khusus yang tergantung kepada bantuan orang lain atau memerlukan
peralatan khusus
2.2.2
Perawatan ODHA
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu
perawatan ODHA di rumah : (Kemenkes RI, 2017)
1) Jika pasien dan anggota keluarga baru mengetahui
terinfeksi HIV :
Sebagai anggota keluarga perlu memberikan ketenangn
kepada ODHA dan anggota keluarga lainnya untuk menjaga agar tidak terjadi
kepanikan dan kekhawatiran yang berlebih.
Beberapa cara bisa dilakukan antara lain sebagai berikut :
a.
Sampaikan bahwa
untuk ODHA sudah ada obat ARV yang disediakan oleh pemerintah secara gratis di
layanan kesehatan yang telah menyediakan layanan perawatan, dukungan dan
pengobatan
b.
Sampaikan informasi
yang benar berkaitan dengan HIV agar ODHA dan keluarga tidak panik dan dapat
menerima kondisinya dengan lebih baik
c.
Tunjukkan dukungan
moral dan spiritual kepada ODHA dan anggota keluarga lainnya
2) Jika pasien tersebut telah mendapatkan pengobatan ARV,
lakukan dukungan kepatuhan pengobatan :
a.
Sampaikan manfaat
ARV yang diminum secara teratur dan terus menerus
b.
Jadilah PMO
(Pendamping Minum Obat) yang baik, sabar dan telaten dengan selalu mengingatkan
untuk minum obat pada waktunya
c.
Berilah dorongan
kepada ODHA untuk mandiri dalam pengobatannya sehingga lambat laun PMO tidak
selalu harus mengingatkan
d.
Berilah dorongan
dan kesempatan kepada ODHA untuk mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti
biasa sebelum terinfeksi HIV serta meyakinkan ODHA bahwa pengobatan ARV yang
teratur tetap menjadikannya aktif dan produktif seperti orang yang tidak
terinfeksi HIV
e.
Jika timbul efek
samping yang tidak bisa diatasi oleh keluarga atau pendamping ODHA, maka
segeralah rujuk ke fasilitas layanan kesehatan terdekat yang memiliki fasilitas
pengobatan bagi ODHA
3) Jika terjadi efek samping pengobatan :
Setiap obat pasti akan ada efek sampingnya, namun pada
setiap orang tingkatan dan gejala efek samping dapat berbeda-beda. Jika efek
samping berat dan tidak dapat ditolerir segera hubungi dokter dan ceritalah
secara jujur kepada dokter.
a. Mual dan muntah
Jika mual :
1. Hentikan makan / minum selama 1-2 jam
2. Pelan-pelan minum air hangat kuku, teh encer, oralit
3. Tingkatkan jumlah cairan secara bertahap
4. Secara bertahap berikan makanan yang mudah dicerna
5. Hindari mencium bau yang tajam
6. Beristirahatlah sambil duduk atau tidur dengan miring
7. Jika mual terasa tambah parah, tarik nafas secara
perlahan dan dalam
8. Perhatikan ventilasi / pertukaran udara
9. Tutup mata dan kendurkan perut. Kain basah yang
diletakkan di dahi juga bisa membantu meredakannya
Jika
muntah, dapat mengkonsumsi :
1.
Makanan kering
seperti nasi, roti bakar dan biskuit sereal
2.
Makanan dingin yang
tidak berbau tajam misalnya es krim, susu sapi kental dan buah-buahan air, air
sop, cairan elektrolit dan bongkahan es
3.
Berikan obat-obat
antimuntah
Hubungi
petugas kesehatan jika :
1.
Mual berlangsung
lebih dari 2 minggu
2.
Lidah terasa kering
3.
Muntah berlangsung
lebih dari 1 hari
4.
Air seni yang
keluar berjumlah sedikit
5.
Bagian putih mata
menjadi kuning
6.
Munth disertai
darah, tampak seperti serbuk kopi dan berbau seperti kotoran diare
7.
Disertai dengan
sakit perut yang parah
b. Diare
Mengenali
tanda-tanda kurang cairan : mengeluh kehausan elisah, kulit nampak kisut, bila
dicubit maka bekas cubitan tersebut akan lama kembali ke normal/kulit terlihat
jelek.
2.
Beberapa jenis
makanan yang dapat diberikan/disediakan :
a)
Cairan lebih banyak
dari biasanya seperti sari buah, larutan gula garam, kuah sayur, air tajin,
oralit (bisa diperoleh di apotek atau dibuat sendiri dengan mencampur delapan
sendok kecil gula dan setegah sendok kecil garam dengan satu liter air)
b)
Buah-buahan yang
mengandung serat rendah seperti pisang dan pepaya
c)
Makanan yang bergizi
dan mudah dicerna seperti bubur atau nasi lembek,sup
d)
Hindari makanan
yang berserat tinggi seperti bayam, kangkung, daun singkong, genjer dan sawi
hijau, masakan berlemak dan pedas
2.
Makan porsi kecil
tapi sering, bisa sampai 5 kali sehari
3.
Kalau tidah tahan
dengan susu, berhenti minum susu sampai diarenya hilang
4.
Harus dihindari
minuman yang sangat manis, alkohol dan kopi
5.
Jika air kencing
berwarna kuning gelap atau tidak bisa buang air kecil setiap 4 jam, minumlah
banyak air untuk mengindari dehidrasi
Pemeliharaan
daerah rektum (sekitar dubur) :
1.
Setelah buang air
besar, bersihkan daerah dubur dengan tisu toilet
2.
Cuci daerah sekitar
dubur dengan sabun dan air
3.
Jika terasa nyeri
ketika buang air besar, gunakan jelly berminyak sekitar daerah dubur
Hubungi
petugas kesehatan untuk keadaan berikut :
1.
Darah di kotoran
2.
Diare berlangsung
lebih dari 5 hari
3.
Jika Anda menjadi
lebih lemah
4.
Jika terdapat
perlukaan di sekitar daerah dubur
c. Sakit kepala
Untuk nyeri kepala ringan :
1. Dapat berupa sakit kepala yang tegang yang biasanya
timbul jika terdapat demam
2. Pijatan pada kulit kepala dapat membantu menguranginya
3. Bantulah/usahakan untuk dapat beristirahat dan santai
4. Berikan paracetamol (500-1000 mg setiap 4-6 jam), atau
aspirin (500 mg/tablet) atau ibu profen (400 mg/tablet) pada malam hari
5. Paracetamol jangan berikan lebih dari 4000 mg/hari
Hubungi
petugas kesehatan jika :
1.
Sakit kepala
menetap lebih dari 24 jam, meskipun sudah minum obat anti sakit kepala
2.
Gangguan
pengelihatan, timbul muntah
3.
Bicara cadel
4.
Nyeri di leher dan/
kaku kuduk
5.
Kelemahan di satu
sisi tubuh
6.
Perubahan tingkah
laku/konsentrasi
d. Masalah kulit
Kulit gatal
Kulit yang gatal dapat disebabkan oleh kulit kering,
infeksi atau reaksi tubuh terhadap pengobatan yang sedang digunakan. Kulit
gatal sering dikaitkan dengan ruam kulit.
Beberapa hal berikut ini dapat digunakan untuk mengurangi
rasa gatal :
1. Usahakan kulit dalam keadaan sejuk atau dengan
mengipasinya
2. Hindarilah penggunaan air hangat pada kulit
3. Hindarilah menggaruk, yang dapat menyebabkan kulit
menjadi lebih gatal dan kadang-kadang infeksi
4. Guanakn lotion (seperti calamine)
5. Daun teh yang direndam dalam air panas juga cukup baik
untuk gatal
Hubungi
petugas kesehatan jika kulit gatal tidak menghilang dalam beberapa hari. Atau
jika timbul lepuh atau kulit mengelupas, atau jika masalah menjadi meluas dan
berlanjut ke mata dan selaput lendir.
e. Kurang darah (Anemia)
1. Anemia dapat menyebakan kelelahan dan penurunan
konsentrasi, sesak nafas, pusing, pucat dan jantung berdebar-debar
2. Anemia dapat diketahui dengan tes darah (Tes Hemoglobin)
secara berkala
3. Hubungi dokter jika mengalami yang terkait anemia di atas
f. Demam
Demam (suhu tubuh yang tiggi) bukanlah suatu penyakit
tetapi merupakan tanda bahwa sedang terjadi peradangan atau peningkatan
metabolisme tubuh dan dapat menunjukkan kondisi sakit. Pada ODHA, demam sering
hilang timbul.
Cara menurunkan demam :
1.
Hindari menggunakan
baju atau selimut yang tidak perlu.
2.
Mandi dengan air
sejuk atau basahkan kulit dan biarkan kering sendiri (tanpa dilap dengan
handuk)
3.
Dinginkan badan
dengan lap basah (kompres dingin) pada dahi, ketiak, dan paha
4.
Jika air kencing
berwarna kuning gelap atau tidk dapat buang air setiap 4 jam, minum banyak air
untuk menghindari dehidrasi
5.
Berikan paracetamol
500mg tablet : 2 tablet setiap 4 jam tetapi tidak boleh lebih dari 8 tablet per
hari
Hubungi
petugas kesehatan jika :
1.
Curiga terhadap
malaria (riwayat demam, tanpa ruam kulit yang baru, penyakit malaria sedang
menyerang daerah Anda tinggal, tidak ada penyebab jelas lainnya)
2.
Demam sangat tinggi
lebih dari 39
pada orang dewasa dan lebih dari 38
pada anak tanpa atau setelah diberikan obat
penurun panas
3.
Demam diikuti
penurunan kesadaran
4.
Demam diikuti oleh
batuk, berat badat menurun, kuduk kaku, selaput putih mata berwarna kuning,
diare, bernafas cepat, dan terengah-engah, radang pada kulit muntah
5.
Demam menetap lebih
dari tujuh hari
6.
Orang sakit tersebut
sedang hamil atau baru saja melahirkan
g. Sulit tidur
Cara membantu ODHA dapat tidur dengan baik :
1.
Pastikan orang
sakit berada dilingkugan yang tenang sehingga mereka bisa tidur dengan nyenyak.
Sediakan minuman yang nyaman dimalam hari, namun teh kental, kopi atau minuman
karbonasi harus dihindari pada sore hari
2.
Jika timbul rasa
sakit, berikan dosis ganda obat anti nyeri sebelum tidur (tapi ingat, jangan
memberikan lebih dari 8 paracetamol 500mg tablet per hari)
3.
Sulit tidur sering
kali berkaitan dengan kecemasan,dengarkan kecemasan yang dialami ODHA
4.
Berikan obat
hipnotik sedatif jika dibutuhkan
Hubungi
petugas kesehatan jika :
1.
Cemas dan mimpi
buruk terkait dengan rasa nyeri
2.
Gejala ini
berlangsung lebih dari dua minggu sejak memulai pengobatan dengan ARV
Dapat
juga timbul gejala atau kondisi lain yang harus diperhatikan dan memerluka
bantuan perawatan, seperti :
a.
Nyeri
1.
Kenali penyebab
nyeri (kurang gerak, infeksi, pembengkakkan pada kaki, tangan, nyeri kepala
karena radang otak)
2.
Teknik relasasi
(menarik nafas dalam dan teratur)
3.
Teknik meditasi
4.
Melakukan pemijatan
ringan secara rutin dengan vaselin
5.
Mengalihkan
perihatian (mendengarkan musik, nonton tv)
6.
Memberikan kompres
hangat
7.
Pemberian obat-obat
analgesit
8.
Turun dari tempat
tidur
9.
Gerak badan
ditempat tidur :
a)
Dua kali per hari /
bantu gerakkan pergelangan kaki, lutut, panggul, pergelangan tangan, siku,
bahu, dan leher ke dua sisi
b)
Tekuk – luruskan
perlahan secara lembut
10.
Tarik – rentangkan
sejauh mungkin jangan sampai sakit
b.
Kelelahan dan
kelemahan
1.
Kenali penyebab
2.
Lakukan
kegiatan-kegiatan sesuai kemampuan ODHA
3.
Usahakan agar ODHA
dapat beristirahat sesuai kebutuhan
4.
Mencari cara-cara
untuk meringankan aktivitas ODHA
5.
Memberikan dukungan
emosional
6.
Memberikan dukungan
spiritual
7.
Memberikan makanan
dan minuman secara adekuat
c.
Sesak nafas dan
batuk
1.
Kenali penyebab
2.
Mengatur posisi
menjadi posisi yang nyaman untuk dapat bernafas
3.
Usahan ventilasi
ruangan cukup
4.
Memberikan alat
bantu pernafasan/oksigen jika tersedia
5.
Hentikan makan
makanan berminyak dan atau makanan yang digoreng
6.
Berikan minum air
putih hangat
7.
Tepuk-tepuk bahu
agar dahak keluar
8.
Usahakan menutup mulut
ketika batuk, apabila menggunakan tissue, buang tissue di tempat sampah,
sebelum di buang jika memungkinkan bakar tissue terlebih dahulu
9.
Buang dahak pada
tempatnya (sputum pot)yang diberi larutan lisol atau klorin dan buang ke toilet
lalu disiram setelahnya
10.
Rujuk jika ada
tanda-tanda yang membahayakan
d.
Masalah kulit
genitalia
1.
Kenali penyebab
2.
Lakukan pembersihan
penis/vagina secara rutin
3.
Berikan obat-obat
sesuai program terapi
4.
Rujuk jika gejala
berlanjut
e.
Luka pada kulit
1.
Gunakan sarung
tangan atau kalau tidak ada sarung tangan dapat menggunakan kantong plastik
2.
Cuci luka atau
borok dengan air garam (NaCl) yang dapat dibeli di apotik, atau bisa membuat
dengan mencampur garam satu sendok teh dengan 1 liter air bersih
3.
Jangan membalut
luka apabila luka kecil dan tidak basah
4.
Gunakan pembalut
steril apabila luka basah dan bernanah
5.
Selalu cuci tangan
dengan sabun sebelum dan sesudah membalut luka atau menyentuh luka
6.
Buang sampah yang
terkontaminasi dengan darah dan nanah dari luka, dengan cara merendamnya dengan
larutan klorin terlebih dahulu, kemudian buang ke tempat sampah khusus atau
dibakar langsung
7.
Jika luka tidak
juga sembuh, bernanah, membengkak, berasa sakit disertai demam, segera rujuk ke
dokter
f.
Mencegah luka
baring
1.
Bantu untuk duduk
di kursi
2.
Angkat pasien untuk
ganti posisi, jangan diseret karena bisa menyebabkan lecet
3.
Suruh gerak badan
di tempat tidur bila mungkin
4.
Ganti posisi setiap
1-2 jam, gunakan bantal/guling untuk menahan posisi
5.
Jaga tempat tidur
tetap bersih dan kering
6.
Periksa ada
kerusakan kulit seperti memerah pada punggung, bahu, pinggul
7.
Taruh bahan yang
empuk di bawah badan
g.
Sulit buang air
besar
1.
Berikan sesendok
teh minyak sayur sebelum makan pagi
2.
Bila tinja keras
dan tak mau keluar, duduk berendam dalam air atau oleskan vaselin atau sabun ke
dalam lubang dubur
3.
Ingat kenakan
sarung tangan karet ketika membantu
h.
Cekukan
1.
Telan air dengan
cepat
2.
Gosok langit-langit
ke arah belakang dengan kain bersih sampai langit-langit lunak
3.
Tiup kantung
kertas, hentikan pada setelah terasa tidak enak
4.
Tahan napas,
lepaskan setelah terasa tidak enak
5.
Tarik lutut ke arah
dada dan tahan sambil bersandar ke depan dan tekan dada
i.
Rasa cemas dan
takut
1.
Sempatkan bicara
dan dengarkan keluhannya dengan penuh perhatian
2.
Bahas masalah dan
menjaga rahasia
3.
Mainkan musik lembut
sambil dielus atau dipijat
4.
Bila diminta
berdo’alah bersama atau bimbing untuk berdo’a
j.
Linglung
1.
Orang yang linglung
biasanya menujukkan :
a)
Sering lupa
b)
Kurang konsentrasi
c)
Sulit bicara atau
berfikir
d)
Sering berubah
perangai
e)
Perilaku kurang
baik seperti : telanjang, mencaci maki dsb
2.
Usahakan pada
lingkungan yang dikenal
3.
Taruh setiap benda
pada tempat yang tetap dan mudah dilihat dan dijangkau
4.
Jaga pola waktu
yang sudah biasa dilakukan untuk kegiatan sehari-harinya
5.
Singkirkan semua
benda yang berbahaya
6.
Bicara dengan
kalimat sederhana secara bergantian setiap orang
7.
Kecilkan volume
suara yang lain ketika mengajaknya bicara (TV, radio)
8.
Bicara dengan orang
yang dia percaya atau kehadiran orang yang dikenal
9.
Pengawasan terhadap
obat ditingkatkan
10. Beri rasa nyaman
11. Jangan berbantah
12. Jangan bicara atau melakukan yang membuatnya marah
13. Ingatkan secara rama tentang tempat atau waktu
k.
Kejenuhan
1.
Tanda : Gelisah,
susah tidur, lesu, kurang konsentrasi, emosional, cemas, muram, alkoholik
2.
Mengatasi :
a)
Tanyakan hal yang
membuat jenuh lalu bicarakan dengan baik
b)
Tanya apakah perlu
dibicarakan dengan teman atau anggota keluarga lain
c)
Bantulah ODHA
dengan memfasilitasi berbicara dengan teman atau anggota keluarga lain
d)
Ajak melakukan
sesuatu di luar rumah, rekreasi, kegiatan sosial, ngobrol, ke rumah teman,
jalan-jalan
e)
Anjukan jaga
kesehatan, cukup istirahat, cukup makan, cukup olahraga
BAB 3
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan
hasil makalah ini, maka dapat
disimpulkan bahwa dalam masa
pengobatan dan perawatan khususnya di rumah, ODHA mungkin menemui atau
mengalami kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan yang bisa dilakukan
sendiri ataupun melibatkan keluarga dan orang terdekatnya. Dengan memaksimalkan
perawatan ODHA di rumah, ODHA akan mendapatkan perawatan holistik tidak hanya
dari layanan kesehatan tetapi juga dukungan perawatan dari keluarga dan orang terdekatnya
sehingga pengobatannya berhasil.
5.2 Saran
Keluarga
harus memberikan perawatan secara adekuat terkait kebutuhan holistik ODHA. Dukungan
sosial terhadap keluarga sangat diperlukan agar perawatan dan pengobatan pada
ODHA berhasil.
Komentar
Posting Komentar