Perawatan pada HIV/AIDS


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan karena infeksi dengan virus yang disebut HIV. Virus ini menyerang dan menghancurkan kelompok sel-sel darah putih tertentu yaitu sel T-Helper, sel yang membuat zat anti dalam tubuh. HIV memperbanyak diri dalam sel limfosit yang diinfeksikannya dan merusak sel-sel tersebut,sehingga mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan dan daya tahan tubuh. Virus ini terdapat dalam darah dan air mani. Daya tahan tubuh yang melemah mengakibatkan timbulnya penyakit oleh karena infeksi ataupun penyakit lain akan meningkat. (Nursalam, 2007)
Data Kementrian Kesehatan Indonesia yang dilaporkan sampai dengan 2016, jumlah kasus HIV sebanyal 232.323 orang dan jumlah kasus AIDS 86.780 orang sementara ODHA yang telah mengakses layanan ARV sejumlah 73.073 orang. Untuk mempertahankan kualitas hidup, ODHA juga harus mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam mendukung pearawatan ODHA, peran keluarga dan masyarakat sekitarnya sangatlah diperlukan untuk keberhasilan pengobatannya. (Kemenkes RI, 2017)
Di Indonesia perkembangan kasus HIV/AIDS sangat pesat dan sudah menyebar ke berbagai wilayah, dari kota sampai ke desa. Virus HIV bukan hanya menyerang kaum homoseksual, pekerja seks, pengguna narkoba, tapi juga ibu-ibu rumah tangga maupun anak-anak. Temuan penting dalam dunia kedokteran untuk menekan pengembangbiakan virus HIV adalah obat Antiretroviral (ARV) yang harus dikonsumsi secara teratur. Perilakukepatuhan dalam berobat merupakan salah satu cara untuk mempertahankan agar ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)dapat hidup lebih lama.Kedisiplinan dalam mengkonsumsikan obat ini dapat membantu mempertahankan konsistensi efektifitas ARV dalam tubuh penderita sehingga resistensi tidak terjadi dan memperlambat berkembangnya virus dalam tubuh. ARV memang tidak bisa mematikan virus HIV di dalam tubuh, tetapi dapat menekan pengembangbiakan virus tersebut. (Nursalam, 2007)
Perawatan ODHA pada dasarnya adalah perawatan berkesinambungan yang menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai suatu bentuk dari perawatan, dukungan dan pengobatan yang dibutuhkan karena ODHA harus tetap dalam pengobatan sama seperti perawatan penyakit kronis lainnya misalnya diabetes, stroke dsb. Selain ke Fasilitas Kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas, dukungan keluarga dan masyarakat dalam perawatan ODHA di rumah sangat penting untuk keberhasilan pengobatannya. (Kemenkes RI, 2017)

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana konsep tentang HIV/AIDS ?
2.      Bagaimana perawatan ODHA di rumah ?

1.3  Tujuan
1.    Tujuan Umum
a.       Menggambarkan pemahaman tentang konsep HIV/AIDS
b.      Menggambarkan kemampuan dalam memberikan perawatan ODHA di rumah
2.    Tujuan Khusus
a.    Menggambarkan konsep HIV/AIDS
b.    Menggambarkan perawatan ODHA di rumah

1.4 Manfaat
Agar para pembaca mendapat pengetahuan tentang HIV/AIDS dan perawatan ODHA di rumah







BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  Konsep HIV/AIDS
2.1.1   Definisi HIV/AIDS
Human Immuno-deficiency Virus (HIV), merupakan suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit yang datang. (Murtiastutik, 2008)
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human Immuno-deficiency Virus) yang termasuk famili retrovidae. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. (Sudoyo Aru dkk, 2009)

2.1.2   Penularan HIV
Menurut Widoyono (2005) :
A.  Transmisi Seksual
Melakukan hubungan seksual dengan banyak atau berganti-ganti pasangan seks tanpa menggunakan kondom baik itu pasangan homoseksual atau heteroseksual.
B.  Transmisi Non Seksual
1)   Transmisi Parenteral
a.    Menggunakan jarum bersama yang terkontaminasi HIV seperti alat suntik, alat tindik dan alat tato.
b.    Melalui tranfusi darah dan produk darah lainnya (yang terkontaminasi HIV).
2)   Transmisi Transplasental
Dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dikandungnya. Penularan dapat terjadi selama kehamilan, saat melahirkan dan saat menyusui.


2.1.3   Yang Tidak Bisa Menularkan HIV
HIV tidak menular melalui : (Kemenkes RI, 2017)
a.    Menggunakan pakaian, toilet dan alat makan dan minum bersama ODHA
b.    Bersentuhan, berpelukan/berciuman (selama tidak luka/sariawan dalam mulut/gigi berlubang)
c.    Gigitan nyamuk/serangga
d.   Tinggal serumah dengan ODHA
e.    Berenang bersama dengan ODHA


















2.1.4   Pencegahan Penularan HIV
Pencegahan penularan HIV dengan cara : (Kemenkes RI, 2017)
A : Abstinence - Tidak melakukan hubungan seks berisiko
B : Be Faithfull - Bersikap saling setia pada pasangan
C : Use Condom ­- Melakukan hubungan seks selalu pakai kondom secara benar dan konsisten
D : No Drug - Menghindari penggunaan jarum suntik tidak steril secara bergantian
E : Education – Mencari informasi HIV AIDS yang tepat dan benar, informasi dapat di peroleh di layanan kesehatan terdekat





2.2    Perawatan ODHA Di Rumah
2.2.1        Kondisi ODHA Yang Tidak Bisa Dirawat Di Rumah
Kondisi ODHA yang tidak bisa dirawat di rumah, antara lain : (Kemenkes RI, 2017)
a.    Penurunan kesadaran
b.    Membutuhkan perawatan khusus yang tergantung kepada bantuan orang lain atau memerlukan peralatan khusus

2.2.2   Perawatan ODHA
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu perawatan ODHA di rumah : (Kemenkes RI, 2017)
1)   Jika pasien dan anggota keluarga baru mengetahui terinfeksi HIV :
Sebagai anggota keluarga perlu memberikan ketenangn kepada ODHA dan anggota keluarga lainnya untuk menjaga agar tidak terjadi kepanikan dan kekhawatiran yang berlebih.  Beberapa cara bisa dilakukan antara lain sebagai berikut :
a.    Sampaikan bahwa untuk ODHA sudah ada obat ARV yang disediakan oleh pemerintah secara gratis di layanan kesehatan yang telah menyediakan layanan perawatan, dukungan dan pengobatan
b.    Sampaikan informasi yang benar berkaitan dengan HIV agar ODHA dan keluarga tidak panik dan dapat menerima kondisinya dengan lebih baik
c.    Tunjukkan dukungan moral dan spiritual kepada ODHA dan anggota keluarga lainnya
2)   Jika pasien tersebut telah mendapatkan pengobatan ARV, lakukan dukungan kepatuhan pengobatan :
a.    Sampaikan manfaat ARV yang diminum secara teratur dan terus menerus
b.    Jadilah PMO (Pendamping Minum Obat) yang baik, sabar dan telaten dengan selalu mengingatkan untuk minum obat pada waktunya
c.    Berilah dorongan kepada ODHA untuk mandiri dalam pengobatannya sehingga lambat laun PMO tidak selalu harus mengingatkan
d.   Berilah dorongan dan kesempatan kepada ODHA untuk mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa sebelum terinfeksi HIV serta meyakinkan ODHA bahwa pengobatan ARV yang teratur tetap menjadikannya aktif dan produktif seperti orang yang tidak terinfeksi HIV
e.    Jika timbul efek samping yang tidak bisa diatasi oleh keluarga atau pendamping ODHA, maka segeralah rujuk ke fasilitas layanan kesehatan terdekat yang memiliki fasilitas pengobatan bagi ODHA
3)   Jika terjadi efek samping pengobatan :
Setiap obat pasti akan ada efek sampingnya, namun pada setiap orang tingkatan dan gejala efek samping dapat berbeda-beda. Jika efek samping berat dan tidak dapat ditolerir segera hubungi dokter dan ceritalah secara jujur kepada dokter.
a.    Mual dan muntah
Jika mual :
1.    Hentikan makan / minum selama 1-2 jam
2.    Pelan-pelan minum air hangat kuku, teh encer, oralit
3.    Tingkatkan jumlah cairan secara bertahap
4.    Secara bertahap berikan makanan yang mudah dicerna
5.    Hindari mencium bau yang tajam
6.    Beristirahatlah sambil duduk atau tidur dengan miring
7.    Jika mual terasa tambah parah, tarik nafas secara perlahan dan dalam
8.    Perhatikan ventilasi / pertukaran udara
9.    Tutup mata dan kendurkan perut. Kain basah yang diletakkan di dahi juga bisa membantu meredakannya

Jika muntah, dapat mengkonsumsi :
1.    Makanan kering seperti nasi, roti bakar dan biskuit sereal
2.    Makanan dingin yang tidak berbau tajam misalnya es krim, susu sapi kental dan buah-buahan air, air sop, cairan elektrolit dan bongkahan es
3.    Berikan obat-obat antimuntah

Hubungi petugas kesehatan jika :
1.    Mual berlangsung lebih dari 2 minggu
2.    Lidah terasa kering
3.    Muntah berlangsung lebih dari 1 hari
4.    Air seni yang keluar berjumlah sedikit
5.    Bagian putih mata menjadi kuning
6.    Munth disertai darah, tampak seperti serbuk kopi dan berbau seperti kotoran diare
7.    Disertai dengan sakit perut yang parah
b.    Diare
Mengenali tanda-tanda kurang cairan : mengeluh kehausan elisah, kulit nampak kisut, bila dicubit maka bekas cubitan tersebut akan lama kembali ke normal/kulit terlihat jelek.
2.    Beberapa jenis makanan yang dapat diberikan/disediakan :
a)    Cairan lebih banyak dari biasanya seperti sari buah, larutan gula garam, kuah sayur, air tajin, oralit (bisa diperoleh di apotek atau dibuat sendiri dengan mencampur delapan sendok kecil gula dan setegah sendok kecil garam dengan satu liter air)
b)   Buah-buahan yang mengandung serat rendah seperti pisang dan pepaya
c)    Makanan yang bergizi dan mudah dicerna seperti bubur atau nasi lembek,sup
d)   Hindari makanan yang berserat tinggi seperti bayam, kangkung, daun singkong, genjer dan sawi hijau, masakan berlemak dan pedas
2.    Makan porsi kecil tapi sering, bisa sampai 5 kali sehari
3.    Kalau tidah tahan dengan susu, berhenti minum susu sampai diarenya hilang
4.    Harus dihindari minuman yang sangat manis, alkohol dan kopi
5.    Jika air kencing berwarna kuning gelap atau tidak bisa buang air kecil setiap 4 jam, minumlah banyak air untuk mengindari dehidrasi

Pemeliharaan daerah rektum (sekitar dubur) :
1.    Setelah buang air besar, bersihkan daerah dubur dengan tisu toilet
2.    Cuci daerah sekitar dubur dengan sabun dan air
3.    Jika terasa nyeri ketika buang air besar, gunakan jelly berminyak sekitar daerah dubur

Hubungi petugas kesehatan untuk keadaan berikut :
1.    Darah di kotoran
2.    Diare berlangsung lebih dari 5 hari
3.    Jika Anda menjadi lebih lemah
4.    Jika terdapat perlukaan di sekitar daerah dubur
c.    Sakit kepala
Untuk nyeri kepala ringan :
1.    Dapat berupa sakit kepala yang tegang yang biasanya timbul jika terdapat demam
2.    Pijatan pada kulit kepala dapat membantu menguranginya
3.    Bantulah/usahakan untuk dapat beristirahat dan santai
4.    Berikan paracetamol (500-1000 mg setiap 4-6 jam), atau aspirin (500 mg/tablet) atau ibu profen (400 mg/tablet) pada malam hari
5.    Paracetamol jangan berikan lebih dari 4000 mg/hari

Hubungi petugas kesehatan jika :
1.    Sakit kepala menetap lebih dari 24 jam, meskipun sudah minum obat anti sakit kepala
2.    Gangguan pengelihatan, timbul muntah
3.    Bicara cadel
4.    Nyeri di leher dan/ kaku kuduk
5.    Kelemahan di satu sisi tubuh
6.    Perubahan tingkah laku/konsentrasi
d.   Masalah kulit
Kulit gatal
Kulit yang gatal dapat disebabkan oleh kulit kering, infeksi atau reaksi tubuh terhadap pengobatan yang sedang digunakan. Kulit gatal sering dikaitkan dengan ruam kulit.
Beberapa hal berikut ini dapat digunakan untuk mengurangi rasa gatal :
1.    Usahakan kulit dalam keadaan sejuk atau dengan mengipasinya
2.    Hindarilah penggunaan air hangat pada kulit
3.    Hindarilah menggaruk, yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih gatal dan kadang-kadang infeksi
4.    Guanakn lotion (seperti calamine)
5.    Daun teh yang direndam dalam air panas juga cukup baik untuk gatal

Hubungi petugas kesehatan jika kulit gatal tidak menghilang dalam beberapa hari. Atau jika timbul lepuh atau kulit mengelupas, atau jika masalah menjadi meluas dan berlanjut ke mata dan selaput lendir.
e.    Kurang darah (Anemia)
1.    Anemia dapat menyebakan kelelahan dan penurunan konsentrasi, sesak nafas, pusing, pucat dan jantung berdebar-debar
2.    Anemia dapat diketahui dengan tes darah (Tes Hemoglobin) secara berkala
3.    Hubungi dokter jika mengalami yang terkait anemia di atas
f.     Demam
Demam (suhu tubuh yang tiggi) bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan tanda bahwa sedang terjadi peradangan atau peningkatan metabolisme tubuh dan dapat menunjukkan kondisi sakit. Pada ODHA, demam sering hilang timbul.
Cara menurunkan demam :
1.    Hindari menggunakan baju atau selimut yang tidak perlu.
2.    Mandi dengan air sejuk atau basahkan kulit dan biarkan kering sendiri (tanpa dilap dengan handuk)
3.    Dinginkan badan dengan lap basah (kompres dingin) pada dahi, ketiak, dan paha
4.    Jika air kencing berwarna kuning gelap atau tidk dapat buang air setiap 4 jam, minum banyak air untuk menghindari dehidrasi
5.    Berikan paracetamol 500mg tablet : 2 tablet setiap 4 jam tetapi tidak boleh lebih dari 8 tablet per hari


Hubungi petugas kesehatan jika :
1.    Curiga terhadap malaria (riwayat demam, tanpa ruam kulit yang baru, penyakit malaria sedang menyerang daerah Anda tinggal, tidak ada penyebab jelas lainnya)
2.    Demam sangat tinggi lebih dari 39  pada orang dewasa dan lebih dari 38 pada anak tanpa atau setelah diberikan obat penurun panas
3.    Demam diikuti penurunan kesadaran
4.    Demam diikuti oleh batuk, berat badat menurun, kuduk kaku, selaput putih mata berwarna kuning, diare, bernafas cepat, dan terengah-engah, radang pada kulit muntah
5.    Demam menetap lebih dari tujuh hari
6.    Orang sakit tersebut sedang hamil atau baru saja melahirkan
g.    Sulit tidur
Cara membantu ODHA dapat tidur dengan baik :
1.    Pastikan orang sakit berada dilingkugan yang tenang sehingga mereka bisa tidur dengan nyenyak. Sediakan minuman yang nyaman dimalam hari, namun teh kental, kopi atau minuman karbonasi harus dihindari pada sore hari
2.   Jika timbul rasa sakit, berikan dosis ganda obat anti nyeri sebelum tidur (tapi ingat, jangan memberikan lebih dari 8 paracetamol 500mg tablet per hari)
3.   Sulit tidur sering kali berkaitan dengan kecemasan,dengarkan kecemasan yang dialami ODHA
4.   Berikan obat hipnotik sedatif jika dibutuhkan

Hubungi petugas kesehatan jika :
1.    Cemas dan mimpi buruk terkait dengan rasa nyeri
2.    Gejala ini berlangsung lebih dari dua minggu sejak memulai pengobatan dengan ARV

Dapat juga timbul gejala atau kondisi lain yang harus diperhatikan dan memerluka bantuan perawatan, seperti :
a.    Nyeri
1.    Kenali penyebab nyeri (kurang gerak, infeksi, pembengkakkan pada kaki, tangan, nyeri kepala karena radang otak)
2.    Teknik relasasi (menarik nafas dalam dan teratur)
3.    Teknik meditasi
4.    Melakukan pemijatan ringan secara rutin dengan vaselin
5.    Mengalihkan perihatian (mendengarkan musik, nonton tv)
6.    Memberikan kompres hangat
7.    Pemberian obat-obat analgesit
8.    Turun dari tempat tidur
9.    Gerak badan ditempat tidur :
a)    Dua kali per hari / bantu gerakkan pergelangan kaki, lutut, panggul, pergelangan tangan, siku, bahu, dan leher ke dua sisi
b)   Tekuk – luruskan perlahan secara lembut
10.    Tarik – rentangkan sejauh mungkin jangan sampai sakit
b.    Kelelahan dan kelemahan
1.    Kenali penyebab
2.    Lakukan kegiatan-kegiatan sesuai kemampuan ODHA
3.    Usahakan agar ODHA dapat beristirahat sesuai kebutuhan
4.    Mencari cara-cara untuk meringankan aktivitas ODHA
5.    Memberikan dukungan emosional
6.    Memberikan dukungan spiritual
7.    Memberikan makanan dan minuman secara adekuat
c.    Sesak nafas dan batuk
1.    Kenali penyebab
2.    Mengatur posisi menjadi posisi yang nyaman untuk dapat bernafas
3.    Usahan ventilasi ruangan cukup
4.    Memberikan alat bantu pernafasan/oksigen jika tersedia
5.    Hentikan makan makanan berminyak dan atau makanan yang digoreng
6.    Berikan minum air putih hangat
7.    Tepuk-tepuk bahu agar dahak keluar
8.    Usahakan menutup mulut ketika batuk, apabila menggunakan tissue, buang tissue di tempat sampah, sebelum di buang jika memungkinkan bakar tissue terlebih dahulu
9.    Buang dahak pada tempatnya (sputum pot)yang diberi larutan lisol atau klorin dan buang ke toilet lalu disiram setelahnya
10.          Rujuk jika ada tanda-tanda yang membahayakan
d.   Masalah kulit genitalia
1.    Kenali penyebab
2.    Lakukan pembersihan penis/vagina secara rutin
3.    Berikan obat-obat sesuai program terapi
4.    Rujuk jika gejala berlanjut
e.    Luka pada kulit
1.    Gunakan sarung tangan atau kalau tidak ada sarung tangan dapat menggunakan kantong plastik
2.    Cuci luka atau borok dengan air garam (NaCl) yang dapat dibeli di apotik, atau bisa membuat dengan mencampur garam satu sendok teh dengan 1 liter air bersih
3.    Jangan membalut luka apabila luka kecil dan tidak basah
4.    Gunakan pembalut steril apabila luka basah dan bernanah
5.    Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah membalut luka atau menyentuh luka
6.    Buang sampah yang terkontaminasi dengan darah dan nanah dari luka, dengan cara merendamnya dengan larutan klorin terlebih dahulu, kemudian buang ke tempat sampah khusus atau dibakar langsung
7.    Jika luka tidak juga sembuh, bernanah, membengkak, berasa sakit disertai demam, segera rujuk ke dokter
f.     Mencegah luka baring
1.    Bantu untuk duduk di kursi
2.    Angkat pasien untuk ganti posisi, jangan diseret karena bisa menyebabkan lecet
3.    Suruh gerak badan di tempat tidur bila mungkin
4.    Ganti posisi setiap 1-2 jam, gunakan bantal/guling untuk menahan posisi
5.    Jaga tempat tidur tetap bersih dan kering
6.    Periksa ada kerusakan kulit seperti memerah pada punggung, bahu, pinggul
7.    Taruh bahan yang empuk di bawah badan
g.    Sulit buang air besar
1.    Berikan sesendok teh minyak sayur sebelum makan pagi
2.    Bila tinja keras dan tak mau keluar, duduk berendam dalam air atau oleskan vaselin atau sabun ke dalam lubang dubur
3.    Ingat kenakan sarung tangan karet ketika membantu
h.    Cekukan
1.    Telan air dengan cepat
2.    Gosok langit-langit ke arah belakang dengan kain bersih sampai langit-langit lunak
3.    Tiup kantung kertas, hentikan pada setelah terasa tidak enak
4.    Tahan napas, lepaskan setelah terasa tidak enak
5.    Tarik lutut ke arah dada dan tahan sambil bersandar ke depan dan tekan dada
i.      Rasa cemas dan takut
1.    Sempatkan bicara dan dengarkan keluhannya dengan penuh perhatian
2.    Bahas masalah dan menjaga rahasia
3.    Mainkan musik lembut sambil dielus atau dipijat
4.    Bila diminta berdo’alah bersama atau bimbing untuk berdo’a
j.      Linglung
1.    Orang yang linglung biasanya menujukkan :
a)    Sering lupa
b)   Kurang konsentrasi
c)    Sulit bicara atau berfikir
d)   Sering berubah perangai
e)    Perilaku kurang baik seperti : telanjang, mencaci maki dsb
2.    Usahakan pada lingkungan yang dikenal
3.    Taruh setiap benda pada tempat yang tetap dan mudah dilihat dan dijangkau
4.    Jaga pola waktu yang sudah biasa dilakukan untuk kegiatan sehari-harinya
5.    Singkirkan semua benda yang berbahaya
6.    Bicara dengan kalimat sederhana secara bergantian setiap orang
7.    Kecilkan volume suara yang lain ketika mengajaknya bicara (TV, radio)
8.    Bicara dengan orang yang dia percaya atau kehadiran orang yang dikenal
9.    Pengawasan terhadap obat ditingkatkan
10.  Beri rasa nyaman
11.  Jangan berbantah
12.  Jangan bicara atau melakukan yang membuatnya marah
13.  Ingatkan secara rama tentang tempat atau waktu
k.    Kejenuhan
1.    Tanda : Gelisah, susah tidur, lesu, kurang konsentrasi, emosional, cemas, muram, alkoholik
2.    Mengatasi :
a)    Tanyakan hal yang membuat jenuh lalu bicarakan dengan baik
b)   Tanya apakah perlu dibicarakan dengan teman atau anggota keluarga lain
c)    Bantulah ODHA dengan memfasilitasi berbicara dengan teman atau anggota keluarga lain
d)   Ajak melakukan sesuatu di luar rumah, rekreasi, kegiatan sosial, ngobrol, ke rumah teman, jalan-jalan
e)    Anjukan jaga kesehatan, cukup istirahat, cukup makan, cukup olahraga




























BAB 3
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Berdasarkan hasil makalah ini, maka dapat disimpulkan bahwa dalam masa pengobatan dan perawatan khususnya di rumah, ODHA mungkin menemui atau mengalami kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan yang bisa dilakukan sendiri ataupun melibatkan keluarga dan orang terdekatnya. Dengan memaksimalkan perawatan ODHA di rumah, ODHA akan mendapatkan perawatan holistik tidak hanya dari layanan kesehatan tetapi juga dukungan perawatan dari keluarga dan orang terdekatnya sehingga pengobatannya berhasil.

5.2  Saran
Keluarga harus memberikan perawatan secara adekuat terkait kebutuhan holistik ODHA. Dukungan sosial terhadap keluarga sangat diperlukan agar perawatan dan pengobatan pada ODHA berhasil.

Komentar